Apa Saja Yang Di Butuhkan Untuk Pendirian CV ?

Apa Saja Yang Di Butuhkan Untuk Pendirian CV ?

  31 Jul 2019

Setiap tahunnya pasti ada beberapa hal yang berubah terkait prosedur dalam pendirian CV, beberapa pengusaha yang tidak ingin ribet mengurus pendirian CV yang mana prosedurnya selalu berubah-ubah pasti akan menggunakan jasa pembuatan CV. Akan tetapi untuk anda yang memilih untuk mengurus semuanya sendiri, anda wajib mengetahui apa saja yang harus anda persiapkan untuk mendirikan sebuah CV. Tanpa mengetahui prosedur dan juga syarat-syaratnya dengan baik, anda akan mengalami kesulitan dalam proses pendirian CV. Jangan sampai ketidaktahuan anda berdampak buruk dan menghambat usaha anda untuk segera dimulai.

Prosedur pendirian CV yang paling baru adalah sistem Kemenkumham (Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia), sistem Direktorat Jenderal AHU (Administrasi Hukum Umum) dan juga sistem yang ada di KPP (Kantor Pelayanan Pajak) sudah terintegrasi, sehingga proses pendirian CV akan menjadi lebih mudah. Kemudian bila dahulu dalam memilih nama CV maka dibebaskan alias tidak ada proses pengecekan oleh notaris, sekarang nama-nama CV yang akan didaftarkan akan disimpan terlebih dahulu oleh notaris sebelum dilakukan pembuatan draft akta pendirian CV. Proses dalam pengesahan CV juga berubah, bila sebelumnya dilakukan di Pengadilan Negeri yang ada di daerah masing-masing, sekarang dilakukan langsung di Kemenkumham dan nantinya juga mendapatkan SKT (Surat Keterangan Terdaftar). Dan ketika notaris mendaftarkan CV ke Kemenkumham, maka NPWP perusahaan juga akan didaftarkan sekalian ke KPP, akan tetapi kartu NPWP dan juga SKT dicetak secara manual oleh KPP.

Setelah mengetahui prosedur apa saja yang berubah, sekarang anda harus mengetahui dokumen apa saja yang harus dipersiapkan ketika ingin mendirikan sebuah CV. Dokumen yang perlu anda siapkan adalah fotokopi E-KTP, KK (kartu keluarga) dan juga NPWP pribadi milik pendiri CV (anggota aktif dan pasif). Kemudian fotokopi PBB dan bukti pembayaran PBB tahun terakhir sesuai tempat atau domisili dari CV. Jangan lupa menyiapkan fotokopi surat kontrak atau sewa kantor atau bukti kepemilikan tempat usaha tersebut. Selanjutnya adalah surat keterangan domisili dari pengelola ruko atau gedung apabila anda menyewa tempat tersebut. Berikutnya adalah foto kantor bagian dalam dan juga bagian luar.

Kalau ingin sekedar mendirikan CV, dokumen-dokumen di atas sudah cukup. Hanya saja apabila anda ingin memperkuat posisi CV yang anda miliki maka anda harus mendaftarkan CV anda di Pengadilan Negeri daerah dengan membawa dokumen lainnya sebagai pelengkap. Kalau CV hanya digunakan untuk tempat melakukan usaha, maka dokumen NPWP atas nama CV dan SKDP (Surat Keterangan Domisili Perusahaan) saja sudah cukup. Akan tetapi bila anda menginginkan CV yang benar-benar lengkap dan memiliki posisi atau kedudukan yang kuat, maka anda harus melengkapi dokumen lainnya seperti PKP (Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak), SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan), tanda daftar perseroan dan juga keanggotaan KADIN (contoh: KADIN Jakarta).

Ketika seluruh persyaratan sudah lengkap, anda bisa langsung membawanya ke notaris. Nantinya nama CV yang sudah anda siapkan akan dicek terlebih dahulu oleh notaris dan akan disimpan/ di-book. Walaupun sekarang anda tidak bisa menggunakan nama CV dengan CV milik orang lain, akan tetapi anda masih bisa menggunakan nama CV dengan 2 suku kata dan bisa menggunakan bahasa asing (tidak wajib menggunakan Bahasa Indonesia). Saat pengecekan nama CV sudah selesai, notaris akan membuatkan draft akta pendirian CV yang berisi anggaran dasar dan juga anggaran rumah tangga CV. Karena masih draft, maka isi dari akta pendirian ini masih bisa direvisi apabila ada perubahan. Ketika akta pendirian CV sudah selesai, nantinya akta ini akan ditandatangani oleh persero di depan notaris dan notaris akan membuat salinan dari akta tersebut. Akta pendirian CV ini nantinya akan didaftarkan di Kemenkumham untuk mendapatkan SKT (Surat Keterangan Terdaftar). Pada proses ini, pembuatan NPWP juga beralangsung. Berikutnya adalah mengurus NIB (Nomor Induk Berusaha) yang akan menjadi nomor pengenal bagi pengusaha. Untuk mengurus NIB anda tidak perlu lagi mengurus secara manual karena pengurusan NIB sudah menggunakan OSS (Online Single Submission).

shares