Bukan Tanda Akan Melahirkan, Ini 5 Ciri dari Kontraksi Palsu

Bukan Tanda Akan Melahirkan, Ini 5 Ciri dari Kontraksi Palsu

  01 Aug 2020

Terjadinya kontraksi saat sedang hamil memang merupakan suatu hal yang lumrah. Namun, tak semuanya merupakan pertanda bahwa Anda akan segera melahirkan. Ada yang namanya kontraksi palsu atau dikenal juga dengan istilah Braxton Hicks, yang umum terjadi di trimester kedua dan ketiga kehamilan. Lalu, bagaimana ciri dari kontraksi palsu ini? Simak ulasannya di bawah ini.

  1. Rasa Sakit Akan Hilang Jika Bertukar Posisi Tubuh

Sakit yang ditimbulkan oleh kontraksi jelang kelahiran, akan semakin meningkat frekuensi sakitnya seiring berjalannya waktu. Nah, berbeda dengan rasa sakit kala Braxton Hicks ini Anda alami. Rasa sakit yang muncul akan bisa hilang hanya dengan bertukar posisi tubuh. Misalnya Anda yang semula sedang berbaring, berganti posisi jadi duduk, berdiri, atau juga berjalan.

  1. Intensitas Waktu Terjadinya Tak Teratur

Kontraksi jelang kehamilan terjadi secara berkelanjutan dengan interval atau jeda waktu yang sama, serta terjadi selama 30 hingga 70 detik. Semakin dekat waktu kehamilan, maka jedanya akan semakin pendek. Beda lagi dengan Braxton Hicks, yang waktu terjadinya tak beraturan, waktu jedanya bisa saja lebih pendek atau lebih panjang antara satu dengan yang lainnya.

  1. Kekuatan Kontraksinya Terasa Lemah

Intensitas kekuatan kontraksi asli umumnya akan semakin meningkat seiring makin dekatnya waktu melahirkan si buah hati. Nah, kondisi ini berbeda dengan intensitas kekuatan saat yang palsu terjadi. Kekuatannya terbilang lemah, serta tak mengalami peningkatan seiring waktu berjalan. Tak jarang juga, Braxton Hicks ini terasa kuat di awal, namun kemudian kekuatannya melemah. 

  1. Rasa Sakitnya Mirip dengan Sakit Kala Menstruasi

Braxton Hicks bisa Anda kenali dari rasa sakitnya yang mirip dengan sakit kram menstruasi. Rasa sakit terasa di bagian perut atau tulang panggung. Lokasinya ini berbeda dengan area yang terasa sakit kala kontraksi asli menyerang. Anda akan merasakan sakit mulai dari area punggung bagian bawah, kemudian berpindah ke bagian abdomen atau mungkin juga dari arah sebaliknya.

Namun, perlu Anda ketahui juga bahwa Braxton Hicks tak melulu menyebabkan rasa sakit atau nyeri. Sebagian ibu hamil yang mengalaminya, menggambarkan Braxton Hicks sebagai kondisi yang membuatnya merasa tak nyaman, alih—alih merasakan sakit. Jadi, dengan bergerak atau berganti posisi, rasa tak nyaman itu pun bisa dihilangkan.

  1. Mulai Terjadi Saat Memasuki Masa Trimester Kedua

Braxton Hicks bisa mulai Anda rasakan saat memasuki masa trimester kedua kehamilan. Namun, frekuensinya yang paling sering adalah saat Anda memasuki masa trimester ketiga kehamilan. Nah, waktunya ini pun berbeda dengan waktu terjadinya kontraksi asli. Kontraksi jelang melahirkan umumnya terjadi setelah minggu ke 37 kehamilan.

Perkaya informasi Anda sebagai ibu hamil, dengan mengenali ciri dari kontraksi palsu atau Braxton Hicks. Bukankah akan merepotkan jika sekiranya Anda sudah terlanjur panik, namun ternyata kontraksi yang terjadi bukan pertanda akan lahirnya si buah hati. Dengan mengenali cirinya ini, Anda pun akan bisa lebih tenang dan mencari solusi tepat untuk mengatasinya.

shares